Ketidakprofesionalan dan dugaan kelakuan tidak adil pengelola SPBU Apung 66.787.002 Jongkong Pasar, Kecamatan Semitau, memicu kericuhan hebat antar warga. Pelayanan yang tebang pilih serta pembiaran terhadap antrean yang diserobot memicu emosi warga hingga berujung pada aksi adu jotos di area penambatan SPBU Apung tersebut.
?Kericuhan ini bermula dari kekesalan warga yang sudah mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM. Suasana kian memanas ketika pengelola diduga sengaja membiarkan sejumlah oknum menyerobot antrean. Tak hanya itu, warga juga menuding adanya praktik "jeriken siluman"—yakni pengisian jeriken secara sembunyi-sembunyi atau tanpa antrean resmi yang diutamakan oleh petugas, sementara masyarakat umum yang mengantre tertib justru diabaikan.
?Aksi saling dorong dan adu mulut tak terhindarkan hingga akhirnya memuncak menjadi perkelahian fisik antar warga di lokasi.
?Salah seorang warga lokal yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan kekecewaannya atas bobroknya sistem pelayanan di SPBU Apung tersebut.
?"Kami sudah antre dari pagi secara tertib, tapi tiba-tiba ada yang langsung masuk memotong antrean dan dibiarkan begitu saja oleh petugas. Belum lagi jeriken-jeriken siluman yang entah datang dari mana langsung diisi duluan. Kita yang antre biasa malah tidak dilayani dengan adil. Karena sama-sama emosi dan merasa dirugikan, akhirnya antar sesama warga saling ribut sampai berkelahi. Ini murni karena pengelolanya yang tidak tegas dan acuh tak acuh," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
?Warga mendesak pihak Pertamina dan aparat kepolisian setempat untuk segera turun tangan menindak tegas pengelola SPBU Apung 66.787.002 Jongkong Pasar. Jika sistem antrean dan dugaan kecurangan pengisian jeriken ini tidak segera ditertibkan, warga khawatir konflik serupa yang lebih besar akan kembali terjadi di kemudian hari.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan tambahan stok bahan bakar minyak (BBM) telah tiba di Kabupaten Kapuas Hulu.
Penguatan stok tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat di wilayah Kapuas Hulu. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut setelah sebelumnya terjadi perselisihan antarkonsumen di SPBU Apung 66.787.002, Jongkong Pasar, Kecamatan Semitau, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, perselisihan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa bermula ketika seorang konsumen diduga masuk mendahului antrean konsumen lainnya.
Petugas SPBU kemudian segera menenangkan pihak yang terlibat dan mengatur kembali urutan pelayanan. Situasi berhasil dikendalikan sehingga pelayanan BBM kembali berjalan tertib.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan masyarakat yang telah menunggu giliran untuk mendapatkan BBM.
Pertamina Patra Niaga, kata Edi, telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memperkuat pengawasan dan memastikan konsumen mendapatkan arahan sejak memasuki area pelayanan.
“Setiap konsumen berhak mendapat pelayanan yang aman dan sesuai urutannya. Karena itu, kami memperkuat pengawasan di SPBU agar petugas dapat lebih cepat mencegah kesalahpahaman dan membantu konsumen apabila ada kendala,” ujar Edi.
Menurutnya, selain memastikan ketertiban pelayanan, Pertamina Patra Niaga juga terus mengupayakan kelancaran pasokan BBM ke wilayah Kapuas Hulu.
Koordinasi dilakukan bersama Integrated Terminal Pontianak untuk mengoptimalkan pengiriman BBM menggunakan mobil tangki ke sejumlah lembaga penyalur di wilayah tersebut.
Salah satu pengiriman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Pertalite di SPBU Apung 66.787.002 pada Sabtu (26/9/2026).
Edi mengatakan tambahan pasokan tersebut kini telah tiba di SPBU Apung Kapuas Hulu. Dengan tambahan stok tersebut, Pertamina berupaya menjaga ketersediaan BBM sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Saat ini tambahan pasokan BBM telah tiba di SPBU Apung Kapuas Hulu. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami persoalan saat proses pengisian BBM untuk segera menyampaikannya kepada petugas SPBU. Dengan demikian, persoalan dapat ditangani secara langsung tanpa mengganggu ketertiban pelayanan.
“Bila ada persoalan saat pengisian, sampaikan kepada petugas SPBU agar dapat segera dibantu. Kami akan terus memantau pengiriman dan pelayanan BBM di wilayah ini,” ujar Edi.
Pertamina Patra Niaga memastikan pemantauan terhadap distribusi BBM di Kapuas Hulu terus dilakukan. Penguatan pasokan dan pengawasan pelayanan di tingkat SPBU menjadi bagian dari upaya menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Masyarakat juga dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang beroperasi selama 24 jam.
Informasi mengenai layanan Pertamina juga dapat diperoleh melalui akun media sosial resmi Pertamina Patra Niaga dan Pertamina 135. (din/bob)